Minggu, 21 November 2010

LAMBANG, HIMNE, DAN MARS DHARMA WANITA PERSATUAN




ARTI LAMBANG

1. LAMBANG BAGIAN-I
  • Bunga melati berwarna putih yang berkelopak lima dengan latar belakang Sang Saka Merah Putih mengandung arti : " kedudukan wanita sebagai salah satu aset bangsa dalam pengabdiannya kepada bangsa , tanah air dan negara Republik Indonesia , yang berasaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 ".
  • Warna putih melambangkan kesucian dan keluhuran budi wanita serta persaudaraan kekeluargaan diantara sesamanya.
  • Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan terhadap bangsa , tanah air , dan negara serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.
  • Warna kuning melambangkan cita-cita yang luhur , sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.
2. LAMBANG BAGIAN-II
  • Gambar padi terdiri dari 15 butir dan kapas terdiri dari 6 buah melambangkan cita-cita dan tujuan organisasi dharma wanita persatuan , yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berasaskan pancasila dan berdasarkan undang-undang dasar 1945 , bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota dharma wanita persatuan pada khususnya.
  • Gambar padi juga sebagai simbol kegiatan bidang ekonomi , sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial budaya.
3. LAMBANG BAGIAN-III

Gambar rantai terdiri dari 15 mata rantai melambangkan rasa persatuan dan persaudaraan yang erat diantara seluruh anggota dharma wanita persatuan , untuk secara bersama-sama bahu-membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

4. LAMBANG BAGIAN-IV

Gambar buku melambangkan kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.

LAGU
HYMNE DHARMA WANITA PERSATUAN


TAQWA PADA TUHAN YANG ESA
DHARMA WANITA PERSATUAN
KAMI BERKARYA MANDIRI
UNTUK MENCAPAI TUJUAN

KEMITRAAN MEWUJUDKAN
MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR
KAMI MENDAMBAKAN KESEJAHTERAAN
MENINGKATKAN SUMBER DAYA ANGGOTA NYA

BINA JIWA RAGA
BUDI PEKERTI NAN LUHUR
TEGARKAN TEKADNYA
DHARMA WANITA PERSATUAN


LAGU
MARS DHARMA WANITA PERSATUAN


DHARMA WANITA PERSATUAN
BERSATU PADU IKUT BERJUANG
MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL
DAN MAKMUR SENTOSA SECARA MERATA

REFF:
MELAKSANAKAN KARYA DENGAN MANDIRI
MEMBINA ISTRI PEGAWAI NEGERI
TINGKATKANLAH MUTU PENDIDIKAN
DAN EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA
TERCAPAILAH HARAPAN KITA
SEJAHTRALAH ANGGOTA DAN K'LUARGANYA

IKUT SERTA MEMPERSEMBAHKAN
DHARMA BHAKTINYA KEPADA BANGSA
TINGKATKAN SUMBER DAYA INSANI
LINDUNGI DAN HORMATI HAK AZASI-NYA
kembali ke reff

SIAPAKAH IBU?


Ibu adalah pelukis
Melukis warna karakter anak. Bagaimana menjadikannya indah sedap dipandang, dan mampu menyejukkan kalbu.

Ibu adalah teladan
Selalu memberi contoh yang baik. Tidak sekedar menyuruh tetapi mengajak. Mengajak anak bersama-sama melakukan wudlu, mematikan TV dan mengajak sholat bersama, makan bersama dengan contoh yang benar mulai dari cara duduk, memegang sendok, doa yang diucapkan, cara mengunyah hingga doa selesai makan,  mendampingi anak belajar, dan keteladanan lain yang setiap hati diasahkan hingga menjadi kebiasaan dan akan melekat menjadi karakter.   

Ibu adalah pemberi perhatian dan cinta kasih
Sejak dalam kandungan diperdengarkannya lagu-lagu lembut, alunan syahdu tartil Quran. Sholat malam, sholat duha, dan membaca Quran setiap usai sholat, berpikir positif, berkata baik dan benar sudah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tawakkal kepada Allah. Ketika sudah di luar sang bayi diajaknya bermain dan berkomunikasi dengan santun, menghindari larangan dan selalu memberikan solusi. Ketika remaja bisa menjadi teman dan sahabat tempat curhat.  Ketika dewasa bisa berbagi suka dan duka. Kata kuncinya adalah mampu berkomunikasi dengan cerdas hingga melahirkan suasana yang nyaman dan damai.

Ibu adalah pemberi jalan keluar/solusi  
Bersikap tenang, tidak memarahi, tidak membentak, tidak melarang, tidak reaktif melainkan solutif. Pernah, kan, Anda melihat di taman bermain tiba-tiba seorang anak melemparkan pasir ke temannya dan mengenai mata si teman? Atau si kecil memukul, menendang temannya? Nah, reaksi pertama dari kebanyakan orangtua adalah menekuk muka, kaget, lari secepatnya untuk memeluk anaknya, melindunginya dari bahaya.
Dari gambaran ini terlihat, reaksi orangtua berbeda-beda. Pernahkah Anda perhatikan, sebetulnya anak tidak menangis ketika dinakali temannya dan baru meledak tangisnya ketika dia melihat muka ibunya? Jika Anda dapat bersikap tenang, maka anak pun akan tetap menjadi tenang.

Ibu adalah pendidik tak selalu penuhi keinginan

Terkadang, anak berteriak, entah karena bertengkar atau menginginkan sesuatu lalu memanggil Anda dengan suara lantang. Tak ada salahnya satu saat, ketika ia berteriak lagi, datangi anak lalu berlutut di hadapannya.
Tatap matanya lalu katakan, "Kuping Mama sakit mendengar teriakanmu. Mama juga tak mengerti apa yang ingin kamu katakan kalau kamu bicara sekeras itu. Coba, deh, omong biasa dengan suara yang manis, pasti Mama bisa dengar dan mengerti keinginanmu." Setelah itu, tinggalkan anak. Nah, ketika si kecil sadar bahwa ia tidak diperhatikan atau dipenuhi keinginannya, ia akan berhenti berteriak.

Ibu pengalih perhatian dari perilaku negatif
Jangan melihat sebagai sebuah hukuman jika Anda membawa si kecil ke kamarnya untuk sesaat ketika ia mengamuk. Mengalihkan sesaat perhatiannya adalah hal yang baik untuk mengubah perilaku negatif anak. Ketika ia rewel di restoran, misalnya, bawa anak keluar sejenak. Hal ini dapat Anda lakukan hingga anak berusia 2 tahun. Cari tempat yang tak ramai agar anak tenang. Jelaskan padanya, Anda tak menyukai perilakunya dan katakan apa yang Anda inginkan darinya.

Ibu melatihkan disiplin pada anak

Anak balita sangat memerlukan waktu untuk tidur dan setiap perubahan dari rutinitasnya akan mengakibatkan perilaku yang tidak diharapkan. Buatlah jadwal berbelanja, ke mal, mengunjungi teman, pada jam-jam yang sesuai dengan anak. Ingat, jika Anda mengubah jadwal, Anda dan si kecil akan menderita. Dia rewel karena ngantuk, Anda pun tak bisa leluasa berbelanja.

Ibu memuji perilaku positif
Jangan hanya mudah menghukum anak, tapi sirami ia dengan pujian pula jika menunjukkan tingkah laku yang baik. Dengan cara ini, anak akan terdorong untuk selalu berperilaku baik karena pujian dirasakannya sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membuatnya merasa diperhati-kan. Ingat, perhatian sangat berarti. Sekecil apa pun anak Anda.

Ibu melatih aturan dengan konsisten
Anak-anak dapat mulai belajar mengenal peraturan seperti mengembalikan mainan pada tempatnya sehabis bermain, berbicara dengan sopan dan pelan di meja makan, sejak usia yang sangat dini. Coba buat aturan (yang tidak terlalu ketat) jika memungkinkan dan tetaplah konsisten. Misalnya, jangan izinkan dia mengambil mainan lain dari boks mainan sebelum dia mengambil mainan yang ada di lantai.

Ibu melatih anak berdamai dan menikmati hidup
Nikmati waktu saat ini dan nikmati pengalaman menjadi orangtua dengan melatih anak hidup dalam kedamaian hingga mereka bias menikmati hidup yang sesungguhnya. Pahami pula, Anda kerap harus terantuk sebelum menemukan jalan dan cara terbaik untuk mendidik anak. Anda pun harus merasa beruntung karena di zaman yang serba modern ini, bisa mendapatkan pengetahuan dari mana saja. Beda dengan orangtua kita zaman dulu yang sukses menjadi orang tua yang baik tanpa panduan dari buku, psikolog anak, dan lainnya(kolaborasi beberapa sumber)


SAMBUTAN PEMBINA

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Ibu-Ibu Dharma Wanita yang kami banggakan.
Tak ada kata yang patut kami sampaikan selain ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran aktif Ibu-Ibu dalam kegiatan ini. Dari tangan dan hati seorang ibu tinta emas terukir memberi warna keabadian pada pikiran, perasaan dan perilaku anak-anak kita hingga mereka menghasilkan cipta, karsa, dan rasa. Dari para ibu pulalah kami mendapat dukungan moral dan motivasi hingga kami bisa berkarya sebagaimana visi lembaga. Kami juga berharap Ibu-Ibu turut mengambil peran di lingkungan lembaga dan masyarakat sehingga visi dan misi Dharma Wanita dapat terlaksana dengan baik
Semoga peran Ibu dapat mendamaikan keluarga, mencerahkan lembaga dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas generasi bangsa. Amin. Selamat bekerja.

Sabtu, 20 November 2010

SEJARAH BERDIRINYA DWP SMPN 3 YOSOWILANGUN LUMAJANG

Dharma Wanita Persatuan SMPN 3 Yosowilangun Lumajang baru saja berdiri, tepatnya pada tanggal 25 April 2008, setelah guru dan siswanya menempati gedung baru di Jalan Mayjend Soekertijo Yosowilangun Lumajang. Sebelumnya masih  bertempat di SMPN 1 Yosowilangun.  Pada awal berdirinya jumlah anggota masih delapan orang sehingga kegiatan belum begitu aktif. Surat pertama kami peroleh dari DWP Dispendik Kab.Lumajang pada 2 Desember 2008 yang isinya meminta data anggota.10 Desember 2008 kami terima undangan pertemuan pleno yang pertama. Sejak saat itulah kami mulai bergabung dan terlibat kegiatan bersama dengan DWP lain.   
      Bersama delapan anggota pada 04 Januari 2009 kami berbincang-bincang dalam pertemuan yang sederhana.  Pada 28 Maret 2009 kami mendapat undangan mengikuti lomba merangkai hantaran lamaran yang diselenggarakan pada 11 April 2009 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kami baru membentuk susunan pengurus pada 03 April 2009 setelah anggota bertambah menjadi 17 orang. Selanjutnya pertemuan rutin kami selenggarakan 3 bulan sekali mengikuti irama kegiatan DWP Dispendik Kab Lumajang. (LN)
     
       

Jumat, 19 November 2010

PERAN IBU DALAM MENGOPTIMALKAN KECERDASAN ANAK


Oleh: Lilik Nurdiani
Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan SMPN 3 Yosowilangun yang dirahmati Allah.
Anak-anak kita adalah asset kita yang paling berharga yang pada saatnya akan menjadi asset bangsa. Untuk itu, sebagai seorang ibu kita perlu mengupayakan agar anak-anak kita berkembang secara optimal baik inteligensi/kecerdasan otak, spiritual dan emosional/kecerdasan hati. Salah satunya adalah dengan membiasakan penggunaan otak tengah.
Saat ini di Kabupaten Lumajang telah ada lembaga yang menyediakan jasa untuk pengaktifan otak tengah.  Kegiatan itu dilakukan dengan 3 cara dengan kombinasi yang telah dirancang khusus untuk anak 5-15 tahun. 3 Cara tersebut adalah gerakan tubuh, penglihatan dan pendengaran. Berdasarkan penelitian yang terbaru ternyata setiap jenis gelombang mempengaruhi bagian otak yang berbeda. Setiap jenis gelombang suara akan menghasilkan efek yang berbeda.

Ibu-Ibu yang berbahagia, utamanya ibu-ibu muda, mari kita kawal anak kita sedini mungkin untuk menemukan kehidupannya agar mereka bisa menikmati kebahagiaan hidupnya sejak awal.
Aktivasi Otak Tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum diaktivasi. Kemampuan lebih tsb antara lain meningkanya konsentrasi, meningkatnya daya ingat, meningkatnya kreativitas, lebih cerdik, lebih berbakat, hormon lebih seimbang, membentuk karakter positif,  emosi lebih stabil, dan lebih berprestasi

Ibu-Ibu mari kita ikuti gambaran cara kerjanya.
Aktivasi Otak Tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif.

Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak Tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung. Penggunaan suara yang berbeda akan menghasilkan efek yang berbeda pada setiap orang.Penelitian mengenai efek gelombang suara dan otak dilakukan secara serius
di Malaysia.

Tentu saja gelombang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan otak dari orang dewasa berbeda dengan gelombang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan otak anak. Contohnya dapat kita lihat pada lagu. Lagu anak-anak merupakan kombinasi sederhana dari not, dan memungkinkan anak untuk berteriak. Anak-anak dapat mentoleransi suara teriakan lebih baik dari pada orang dewasa. Lagu anak-anak yang mendesah-desah tidak akan menarik perhatian anak. Sementara lagu dengan banyak teriakan akan mengganggu orang tua.

Demikian Ibu-Ibu, semoga informasi ini berguna. Mari kita tingkatkan peran kita sebagai ibu yang mampu mendampingi anak-anak kita dalam setiap situasi termasuk dalam upaya menyiapkan anak mampu menghadapi era global yang penuh tantangan.  (dari beberapa sumber)